Berita Terbaru


Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menilai musim kemarau membawa berkah bagi para petani tembakau. Selain meningkatkan kualitas daun tembakau, cuaca kering juga mempercepat proses pengeringan hasil panen sehingga berdampak pada naiknya harga jual di tingkat petani.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Gunadia, mengatakan kondisi ini bisa menaikkan harga jual di tingkat petani. Sebab dengan ketiadaan curah hujan tinggi maka daun tembakau akan lebih berkualitas.

Ia mengungkap komoditas ini masih menjadi primadona bagi petani Kendal di wilayah atas dengan tipe Temanggungan maupun Kendal bagian bawah dengan tipe Welerian.

"Petani di Kabupaten Kendal masih percaya hasil tembakau sangat baik. Tahun 2026 ini luas lahan yang telah ditanami mencapai 5.551,55 hektar dan saat ini sebagian sudah mulai memasuki masa panen," ujar Gunadi, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia memaparkan, di Kabupaten Kendal, panen perdana telah berlangsung di sejumlah wilayah, di antaranya di Kecamatan Ringinarum, Kangkung, dan Sukorejo. Berdasarkan laporan petugas lapangan, harga tembakau musim panen tahun ini juga menunjukkan tren positif.

"Alhamdulillah harga jual tembakau rajangan kering relatif bagus dan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Pada Musim Panen 2025, harga petik daun pertama atau samparan sekitar Rp30 ribuan. Sedangkan pada Musim Panen 2026 ini, harga jualnya bisa mencapai Rp35 ribuan. Kami berharap pada petikan kedua, ketiga, dan seterusnya harganya bisa terus meningkat," katanya.

Meski begitu, pihaknya mengingatkan petani agar tidak terburu-buru memanen daun yang belum memenuhi tingkat kematangan.

"Kami berpesan kepada petani agar memanen daun ketika benar-benar sudah tua. Cirinya daun berwarna hijau kekuningan. Jangan sampai tergiur harga tinggi lalu memetik daun yang masih hijau karena akan menurunkan kualitas hasil panen," tegasnya.

Ia menambahkan, DPP Kendal juga terus memberikan dukungan kepada petani melalui berbagai program peningkatan produktivitas. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana, berupa pupuk NPK, alat/ mesin perajang tembakau, roda tiga dan para-para yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Selain itu, DPP berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengusulkan berbagai program pengembangan sektor perkebunan tembakau agar produktivitas petani terus meningkat.

"Tembakau menjadi komoditas unggulan karena mampu memberikan pendapatan yang tinggi bagi petani, menyumbang penerimaan negara melalui cukai dan devisa, sekaligus menyerap banyak tenaga kerja di sektor pertanian maupun industri," pungkasnya. (ADV)

Sumber : https://beritajateng.id/kendal/dpp-kendal-sebut-kemarau-panjang-dongkrak-kualitas-dan-harga-jual-tembakau/

Kirim Komentar