
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menggelar pelatihan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk petani cengkeh di Desa Kalices, Kecamatan Patean, Rabu-Kamis, 26-27 Agustus 2026.
Kepala Bidang Perkebunan DPP Kendal, Gunadi, menyebut cengkeh menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting bagi masyarakat Kabupaten Kendal. Berdasarkan data 2025, luas areal tanaman cengkeh di Kendal mencapai 583,60 hektar.
Dari luasan tersebut, produktivitas cengkeh tercatat mencapai 622,80 kilogram per hektar, dengan total produksi sebanyak 252.090,41 kilogram atau sekitar 252 ton bunga cengkeh kering.
Sementara jumlah rumah tangga petani yang terlibat dalam usaha perkebunan cengkeh mencapai 5.596 kepala keluarga (KK).
Gunadi mengatakan kegiatan yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu bertujuan meningkatkan produktivitas hasil tanaman serta mengurangi ketergantungan bahan kimia dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
"Materi yang kami sampaikan mulai dari teknik budidaya cengkeh, pengendalian OPT, hingga praktik pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) organik dan Jadam Sulfur," ujarnya.
Ia menuturkan petani mendapatkan materi mengenai Agen Pengendali Hayati (APH). Dalam praktiknya, petani dikenalkan dengan pembuatan dan perbanyakan jamur baik seperti Trichoderma sp dan Beauveria bassiana yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Menurutnya penggunaan agen hayati menjadi salah satu alternatif pengendalian OPT yang perlu terus dikenalkan kepada petani. Sebab, bahan-bahan tersebut dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.
"Pemberantasan hama penyakit secara alamiah ini memiliki keunggulan karena dapat menjaga keseimbangan alam," jelasnya.
Pengendalian hama secara alami memang membutuhkan waktu lebih lama. Namun metode ini dinilai memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan tidak meninggalkan dampak negatif seperti penggunaan bahan kimia secara berlebihan.
"Apa yang diaplikasikan untuk tanaman cengkeh tidak memiliki efek negatif untuk manusia, tumbuhan dan hewan, terutama musuh alami hama penyakit yang ada pada tanaman cengkeh," katanya.
Melalui pelatihan itu, Gunadi berharap petani dapat menerapkan praktik budidaya cengkeh yang aman. Para peserta diharapkan memiliki bekal dan referensi yang lebih lengkap mengenai pengendalian OPT, mulai dari serangan jamur, hama hingga penyakit tanaman.
"Kami berharap para petani yang mengikuti pelatihan POPT cengkeh ini memiliki bekal yang baik dan referensi yang lengkap terkait pengendalian organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman cengkeh, sehingga budidaya cengkeh ke depan semakin bagus," tuturnya. (adv)
Sumber: https://beritajateng.id/kendal/dpp-kendal-berikan-pelatihan-pengendalian-opt-ke-petani-cengkeh-di-patean